Mikelinthon’s Blog


Sustainbility

MIKE LINTHON

21081301 Kesinambungan, dalam arti luas adalah kemampuan untuk mempertahankan proses tertentu atau negara. It is now most frequently used in connection with biological and human systems. Sekarang paling sering digunakan dalam kaitannya dengan biologi manusia dan sistem. In an ecological context, sustainability can be defined as the ability of an ecosystem to maintain ecological processes, functions, biodiversity and productivity into the future. [ 1 ] Dalam sebuah lingkungan konteks, kesinambungan dapat didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu ekosistem untuk memelihara proses ekologis, fungsi, keanekaragaman hayati dan produktivitas masa. [1]Sustainability has become a complex term that can be applied to almost every facet of life on Earth , particularly the many different levels of biological organization, such as; wetlands , prairies and forests [ 2 ] and is expressed in human organization concepts, such as; eco-municipalities , sustainable cities , and human activities and disciplines, such as; sustainable agriculture , sustainable architecture and renewable energy . Kesinambungan telah menjadi kompleks istilah yang dapat diterapkan ke hampir setiap aspek kehidupan di Bumi, terutama di berbagai tingkat organisasi biologi, seperti; Wetlands, prairies dan hutan [2] dan dinyatakan dalam konsep manusia organisasi, seperti; eko-kota, pembangunan kota, dan kegiatan manusia dan disiplin, seperti pembangunan pertanian, arsitektur berkelanjutan dan energi.

For humans to live sustainably, the Earth’s resources must be used at a rate at which they can be replenished. Bagi manusia untuk hidup secara berkelanjutan, sumber daya bumi yang harus digunakan pada tingkat di mana mereka dapat replenished. However, there is now clear scientific evidence that humanity is living unsustainably, and that an unprecedented collective effort is needed to return human use of natural resources to within sustainable limits. [ 3 ] [ 4 ] Namun, sekarang terdapat bukti ilmiah yang jelas adalah kemanusiaan unsustainably hidup, dan belum pernah terjadi sebelumnya bahwa upaya kolektif yang diperlukan untuk kembali manusia menggunakan sumber daya alam yang berkelanjutan ke dalam batas. [3] [4]

Since the 1980s, the idea of human sustainability has become increasingly associated with the integration of economic, social and environmental spheres. Sejak 1980-an, gagasan manusia yang berkelanjutan telah menjadi semakin terkait dengan integrasi ekonomi, sosial dan lingkungan spheres. In 1989, the World Commission on Environment and Development (Brundtland Commission) articulated what has now become a widely accepted definition of sustainability: “[to meet] the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs.” [ 5 ] Pada tahun 1989, dengan Komisi Dunia Lingkungan Hidup dan Pembangunan (Komisi Brundtland) disampaikan apa yang sekarang menjadi diterima secara luas definisi kesinambungan: “[memenuhi] dengan kebutuhan saat ini tanpa mengkompromikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri

(http://translate.google.com/translate?hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Sustainability&ei=XLXQSfikJY_6kAW5vZjrCQ&sa=X&oi=translate&resnum=1&ct=result&prev=/search%3Fq%3Dsustainbility%26hl%3Did%26rls%3Dcom.microsoft:en-US)

 

SUSTAINABLE IN UKDW

Sustainable merupakan kesinambungan yang menyangkut elemen fisik, presepsi, aktivitas, dan waktu. Baik itu kota, banggunan, maupun ruang. Di mana waktu itu terkait dengan sejak kapan bangunan itu di buat dan dapat bertahan. Presepsi sangat terkait dengan tanggapan psikologi penghuni ataupun masyarakat.  Activitas di dalam wadah tersebut  juga dapat berubah. Elemen Fisik  sangat tergantung pada keunikannya.

Adapun bangunan yang saya anggap perlu mengalami sustainable yaitu gedung “DIDAKTOS” khususnya Atrium. Karena menurut saya tempat ini merupakan tempat sebagian besar mahasiswa untuk menghabiskan waktu dan beraktivitas. Apa jadinya jika tempat ini di ubah? Yang pastinya akan menimbulkan banyak akibat ataupun presepsi dari semua mahluk hidup yang menggunakanya. Bangunan ini hanya terdiri dari dinding, lantai, atap polycarbonate, furniture. Tempat ini termasuk luaslah dan suasananya pun sejuk sehinnga terkadang di gunakan oleh mahasiswa untuk beristirahat sejenak, nongkrong bareng, belajar, maupun sebagai sarana untuk mengadakan suatu kegiatan tertentu. Walaupun tempat ini dah gak terawat, tapi memiliki banyak kegunaan {multi fungsi}. Dan juga dah termasuk dalam bangunan tua namun bangunan ini harus dapat di pertahankan, karena sebagian besar aktivitas mahasiswa di lakukan di tempat ini.

Di tempat ini selalu ramai oleh mahasiswa baik itu pagi, siang, maupun malam Jadi tempat ini mengalami sustainable yang artinya perlu di lestarikan karena tempat ini nyaman dan berfungsi sebagai tempat hidup manusia.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: